Mencari Niche Bisnis Dambaan? Jawab Pertanyaan Ini!

Bukan, ini bukan tentang niche blog atau artikel; tapi lebih luas dari ini. Ini tentang menciptakan peluang bisnis sendiri, entah nantinya untuk basis bisnis online atau offline. Yang jelas, melalui media online, anda kini bisa lebih mudah menciptakan peluang sendiri, dengan modal yang mungkin jauh lebih kecil dibanding budget pemasaran secara offline. Kita tahu begitu banyak startup muncul, persaingan semakin sengit, sedangkan banyak dari kita yang duduk termangu sambil memutar otak: Apa yang bisa saya lakukan? Apa yang bisa saya “bisniskan”? Apa yang bisa saya jual? Apa yang laku? Apa yang digemari banyak orang? Dan seterusnya…

Niche (diucapkan: nich, ˈnēsh, atau ˈnish tergantung asal native speaker-nya) dalam dunia bisnis bisa berarti peluang pasar, pasar khusus, atau lingkup bisnis khusus dimana anda masuk ke dalamnya karena potensi yang dimiliki. Saya garis bawahi karena terkadang niche dipandang sebagai peluang pasar saja dan siapapun bisa masuk ke dalamnya. Termasuk di dalam bisnis online. Padahal, jika tanpa potensi yang memadai, startup bisnis yang masuk ke area niche tertentu seperti masuk ke lorong gelap. Hanya bisa meraba-raba demi mencari tombol untuk menyalakan sebuah pencerahan. Jika beruntung, yang diraba akan membuahkan hasil; menyala terang-benderang. Jika gagal, susah untuk mencari jalan ke luar dari lorong itu.

Masuk ke dalam pertarungan “nilai bisnis”yang dicari pelanggan (dan investor) bukan hal mudah. Anda harus bersaing dengan ribuan brand (yang rata-rata juga startup) setiap harinya.

Dengan kehadiran berbagai teknologi, media, dan kemudahan akses pengetahuan, konsumen atau calon konsumen telah memiliki senjata untuk “memilih dengan tepat”, “mencerna tawaran demi tawaran”, dan “menjatuhkan pilihan dengan pertimbangan menyeluruh”. Kemampuan mencipta saja kini tidak cukup, tapi harus diikuti dengan inovasi demi inovasi. Pada prosesnya, inovasi-inovasi tersebut akan diuji setiap saat. Maka, keinginan kuat dan kemampuan menggali potensi adalah syarat mutlak. Jika anda memahami dan memegang teguh berbagai motivasi serta apa yang anda perjuangkan, maka anda bisa memasuki sebuah niche dengan modal “senjata perang” yang cukup.

Daya tahan itu mirip otot, bisa kendur jika tidak dilatih dan diperkuat. Saat kendur, kondisi emosional bisa terpengaruh. Jadi mudah marah saat kondisi tidak mendukung, murung, sedih, bahkan bisa apatis dan depresi. Demi memperkuat kembali daya tahan, dan untuk menggali apa yang selama ini tidak anda temukan, saya mengajak anda untuk sekedar 15-30 menit saja menjawab (dan merenungkan) pertanyaan-pertanyaan berikut; yang mungkin bisa memberikan pencerahan atau minimal clue untuk bangkit dan bergerak lagi:

Potensi apa yang saya miliki dan kuasai?

Identifikasi bakat dan kemampuan yang bisa anda kembangkan. Jujurlah pada diri sendiri mengenai ini, karena jawaban dari pertanyaan ini akan menentukan jawaban pada pertanyaan-pertanyaan berikutnya. Identifikasi juga perbedaan antara peluang-peluang yang bisa dikejar karena sesuai dengan potensi anda dengan peluang-peluang yang anda harap bisa dikejar namun sama sekali tidak sesuai dengan potensi yang dimiliki. Mana yang lebih mungkin dan mudah dicapai? Mana yang butuh pembelajaran ekstra dan belum tentu dicapai karena anda belum tahu sejauh apa potensi yang bisa diciptakan?

Di antara sekian banyak potensi, mana yang paling saya nikmati untuk dilakukan?

Anda ditantang untuk menyeimbangkan hati dan otak. Ada kalanya otak berkata “tidak” sedangkan hati bertahan dengan kata “ya”, atau sebaliknya. Keadaan ini menciptakan sebuah titik ketidakseimbangan. Bisa jadi anda suka melakukan A, tapi potensi anda sebenarnya tidak sejauh yang diharapkan, atau sebaliknya juga. Carilah potensi yang benar-benar bisa membuat hati dan otak berkata “ya”. Karena, pada perjalanan dalam menciptakan startup anda, keseimbangan itu akan mempermudah perjuangannya.

Buat sebuah list yang berisi temuan potensi sesuai dengan pertanyaan pertama, kemudian lakukan eliminasi dengan pertimbangan penuh hingga menghasilkan kesimpulan potensi-potensi yang paling bisa digunakan.

Dari sejumlah potensi yang berhasil dicatat, mana yang paling dibutuhkan orang banyak?

Tidak perlu muluk-muluk dulu. Test diri anda sendiri seolah seorang customer. Jika salah satu atau beberapa potensi yang bisa anda lakukan itu ternyata juga dibutuhkan oleh anda, maka… congratulations! Artinya anda sudah memenuhi kebutuhan satu orang. Begini maksudnya, misalnya anda suka mendesain website. Pada saat potensi anda dibutuhkan oleh diri anda sendiri (anda ingin membuat website untuk kebutuhan tertentu) dan anda berhasil memenuhinya, maka anda sedang memuaskan diri anda sendiri sebagai “customer“. Coba nilai karya anda sebagai sebuah produk. Berapa? Sebagus apa? Lalu pikirkan, apakah banyak orang juga akan mempunyai kebutuhan seperti saya? Apakah dengan nilai dan hasil seperti itu, ketika anda menawarkan jasa pembuatan website, orang akan mau membayarnya?

Tentu ini hanya contoh sederhana. Titik beratnya ada pada analisis atau penelitian pasar untuk melihat apakah potensi anda dibutuhkan, seberapa besar, seberapa menguntungkan, seberapa kuat, seberapa besar persaingan, dan seterusnya. Anda bisa mengeksplorasi lebih melalui berbagai tool yang banyak tersedia di internet.

Dari berbagai kebutuhan pasar (sesuai potensi) tersebut, mana yang berdaya jual tinggi?

Kata “daya jual tinggi”, dalam konteks ini, adalah potensi dimana orang mau membayarnya dengan biaya paling tinggi. Mana yang menurut anda berdaya jual paling tinggi? Mudah atau susah memilihnya? Bisa mudah, bisa sulit. Tapi parameter sederhana, paling sederhana untuk bisa segera memulai, adalah: jika seseorang mau membayar tinggi untuk suatu potensi dan produk, maka bisa dikatakan orang lain yang membutuhkan pun juga mau melakukannya.

Satu jam sudah cukup untuk bisa mendapatkan jawaban. Saya memiliki keyakinan setiap orang sebenarnya memiliki potensi, bakat, dan minat. Problem yang sebenarnya adalah pada identifikasi, mana yang paling bisa digunakan untuk memperjuangkan kehidupan, untuk mencapai level atau derajat yang lebih baik.

Tentu, 4 poin di atas adalah poin normatif. Memang sifatnya kontemplatif. Sedangkan setelah menemukan satu potensi, banyak PR yang harus segera dikerjakan. Namun, menurut saya, jika anda benar-benar sudah bisa mendapatkan satu jawaban atas potensi-potensi yang selama ini anda bingung mencarinya, maka anda sudah bisa menemukan garis alur yang benar.

Fokus pada pilihan anda. Sebab melakukan banyak hal dalam sekali waktu bukanlah keputusan bijak. Tekuni satu hal terlebih dahulu, kembangkan, bahkan hingga menjadi satu tim besar yang tidak pernah anda bayangkan sebelumnya. Setelah progress cukup baik, silahkan bermain-main dengan potensi yang lainnya.

You May Also Like

About the Author: Xsoal

Hello, I am Admin Xsoal.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *