Memahami WebHosting dan Tipe WebHosting

Memahami Tipe Webhosting

Sekarang, memiliki website sendiri dan dalam bentuk profesional adalah hal yang mudah. Setiap orang bisa memiliki website. Bagaimana tidak, harga shared hosting sekarang ada yang bisa tembus di bawah 3 dollar/30ribuan rupiah per bulan dan harga domain sekitar 10 dollar/100ribuan rupiah per tahun. Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu ketika harus mengeluarkan kocek Rp. 550.000 untuk sebuah domain .com dan 20 dollar/bulan untuk sebuah paket shared hosting dengan spec lumayan minim. Perbandingannya cukup jauh dengan harga saat ini.

Pertanyaannya, apa sebenarnya webhosting itu? Mengapa ada berbagai tipe atau paket webhosting? Mana yang tepat untuk dipilih? Memahaminya adalah hal penting karena anda akan tahu bagaimana memilih webhosting yang tepat sesuai dengan kebutuhan website anda.

Apa itu Web Hosting?

Secara sederhana, webhosting (atau hosting web dalam istilah bahasa kita, haha sama saja sebenarnya) adalah tempat dimana seseorang/individu atau sekelompok orang/organisasi menaruh website-nya. Secara agak panjangnya, jika kita bicara tentang layanannya, maka webhosting adalah sebuah perusahaan yang menyediakan space di komputer (server) untuk menyimpan (host) file-file website anda plus menyediakan koneksi internet sehingga komputer-komputer lain bisa mengakses website anda.

Sudah jelas yah. Jadi gini, website itu terdiri dari file-file, baik dalam bentuk HTML, PHP, gambar, video, dll. Semua file tersebut kemudian diproses dan dipanggil oleh processor halaman web, baik melalui server, processor lain (PHP, SQL, dll) dan oleh browser anda sendiri hingga browser bisa menampilkannya. Untuk meletakkannya di Internet, agar bisa diakses oleh semua orang, dibutuhkan sebuah komputer super canggih (server) dengan koneksi internet super cepat.

Hosting vs Datacenter

Jika kita bicara website, maka webhosting/server adalah tempat untuk meletakkannya. Sedangkan datacenter adalah fasilitas untuk menyimpan atau meletakkan server-server yang digunakan untuk menyimpan berbagai website. Datacenter bisa berupa ruangan khusus, kantor, atau bangunan besar yang dilengkapi power super besar, koneksi komunikasi data super lengkap dan cepat, alat-alat untuk mengontrol ruangan (AC, alat pemadam api, perlengkapan keamanan, dll). Jadi webhosting belum tentu memiliki datacenter sendiri dan bisa menumpang/menyewa di sebuah datacenter khusus. Itulah mengapa kita sering mendengar, sebagai contoh, datacenter IIX (gedung Cyber), datacenter Telkom, datacenter Indosat, dll.

Tipe/Jenis Webhosting

Sebenarnya ada banyak tipe hosting web berdasarkan namanya. Tapi di sini kita akan berbicara 4 tipe/jenis pokoknya sesuai dengan kebutuhan untuk menjalankan sebuah website: Shared Hosting, VPS Hosting, Dedicated Hosting, dan Cloud Hosting. Semua sama-sama merupakan tempat untuk menyimpan dan memproses sebuah website, tetapi ada beberapa perbedaan: space (disk space), memory, kecepatan server, penanganan/pengendalian server, syarat pengetahuan teknis, dan lain sebagainya. Mari kita lihat satu per satu.

Shared Server Hosting

Shared hosting berarti hosting yang dibagi, atau dengan kata lain, sebuah server dibagi untuk beberapa akun sekaligus. Sebuah website berbagi tempat dengan website-website lainnya. Pada umumnya, semua domain dengan website yang memiliki proses standar dan traffic rendah bisa berbagi satu server. Budget untuk jenis shared hosting cukup rendah, selain itu tidak diperlukan kemahiran teknis di atas rata-rata untuk menanganinya, sebab hampir semua setting dan penanganan teknis dilakukan oleh administrator web hosting.

Kekurangannya:

  • Tidak bisa akses root atau setting-setting penting yang mengubah perilaku (behavior) server.
  • Jika traffic memuncak pada sebuah website, maka performa website sendiri dan website lain pada server yang sama bisa menurun (melambat, susah diakses, dll).
  • Berbagai permasalahan performa karena keterbatasan penggunaan resource (plugin atau tema tertentu menguras memory sangat besar, misalnya).

Virtual Private Server (VPS) Hosting

Server ini menggunakan sistem virtual (imaging) dimana sebuah server dibagi menjadi beberapa server virtual dan dibuat seperti server pribadi (dedicated). Tetapi sebenarnya VPS tetaplah shared hosting dengan beberapa keunggulannya. Para pengguna VPS bisa memiliki akses ke root dan mendapatkan sistem keamanan yang lebih baik daripada shared hosting. Website-website yang butuh kendali penuh pada server, tetapi tidak ingin mengeluarkan budget terlalu tinggi, bisa menggunakan hosting VPS ini.

Kekurangannya:

  • Kemampuan untuk menghandle traffic sangat tinggi masih belum pasti, karena server tetap dipengaruhi oleh pembagian dengan beberapa akun website dan tergantung dari penggunaan resource semua website tersebut.

Dedicated Server Hosting

Dedicated Hosting menawarkan kontrol penuh pada server dan penggunaan sebuah server secara utuh. Anda secara eksklusif menyewa sebuah server untuk kepentingan anda sendiri, baik untuk meletakkan dan meng-host website-website anda atau untuk memproses berbagai aplikasi yang bisa diakses oleh publik.

Kekurangannya:

  • Tidak semua orang bisa handle server, karena butuh kemampuan teknis khusus.
  • Harganya sangat mahal, mengingat anda menggunakan sebuah server secara pribadi.
  • Hanya dianjurkan untuk yang benar-benar membutuhkan kontrol penuh terhadap server dan butuh kekuatan dan kecepatan ekstra besar untuk menjalankan megasitus.

Cloud Hosting

Hosting ini dikhususkan untuk website dengan traffic dalam jumlah luar biasa setiap harinya, katakanlah di atas 100 ribu hingga jutaan. Begini sistem kerjanya: sekelompok server (beberapa server) bekerja bersama-sama untuk host satu atau beberapa website. Dengan cara ini, pekerjaan melayani traffic dikerjakan oleh beberapa komputer bersamaan dan dibagi (biasanya) berdasarkan area/server terdekat. Misalnya, anda yang akses tautweb.com dari Indonesia akan dilayani server Indonesia, dari California akan dilayani server California, dan seterusnya.

Kekurangannya:

  • Biaya sangat tinggi, bahkan bisa melebihi dedicated hosting.
  • Hanya cocok dan menguntungkan untuk website bertraffic sangat tinggi dengan jangkauan (hampir) global.
  • Keterbatasan dalam akses root, dan kadang butuh tambahan setting dan software untuk mengakses root itu.

That’s it. Sekarang jenis server mana yang sesuai untuk website anda? Anda sudah tahu jawaban yang tepat, bukan. Langkah selanjutnya tinggal memilih webhosting dengan layanan terbaik berdasarkan beberapa kriteria. Try it out.

You May Also Like

About the Author: Xsoal

Hello, I am Admin Xsoal.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *